Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Satu Kalimat Tak Berbumbu

"Selamat Hari Ibu" Ini kata mereka di setiap status berlalu Mereka upload photo terbaik bersama Ibu Mereka upload Qoute yang bersempena dengan hari Ibu Mereka rilis video amatir ala seorang Ibu Aku Aku hanya ingin satu Menyebut satu kalimat tak berbumbu Aku Rindu Ibu Aku Rindu Ibu Aku Rindu Ibu Kamu rindu Ibumu atau tidak? Tidak perlu ragu Ya Kamu pasti juga merindukan Ibu Rindu itu sesuatu yang tak bisa diramu Rindu itu seperti mereka yang tampil semu Andai rindu bisa kita rajut dan ramu Buah dan asalnya adalah cinta sejati yang mustahil layu Aku rindu Ibu Aku rindu Ibu Aku rindu Ibu Mari menanam rindu Rindu pada siapapun itu Itu merawat ruh dan jiwa selalu Bukan rindu yang terbilang dengan waktu Tapi rindu yang menjelma hingga ke ujung kuku Rindu nan senantiasa menjaga suhu Rindu dikala hati selalu ingin bertemu Rindu yang melepas segala kekang dan ragu Hingga rindu  bermuara pada Allahu

Kereta Bapakmu

Gambar
Kau sudah bel i tiket di terminal kereta kan? Sekarang kau bisa mulai memilih kursi di dalam kereta Siapa cepat dia duduk nyaman Karena ini bukan kereta bapakmu Kau sudah masuk ke kereta? Kau dapati kursi kereta tidak menyisakan satu pun untukmu Coba lah cari di gerbong terdepan Siapa tahu kau dapat durian runtuh, duduk nyaman di samping jendela kaca Melihat pemandangan indah, pegunungan kering, tanah tandus dan keledai angkut Bergegaslah, siapa cerdik dia duduk hingga terminal tujuan Sebab, ini bukan kereta bapakmu Ada? Di gerbong depan ada kursi??? Jangan menyerah dulu, kau sisir kembali semua kursi kebelakang Siapa tahu ada orang baik memberikanmu kursinya Berdoalah setiap langkah, setiap jendela yang lewat, setiap pergantian gerbong Kau mulai susah melangkah kan? Kiri kananmu sudah disesaki oleh tas koper dan manusia Teruslah ayun langkahmu, ayolah... Ingat, ini bukan kereta bapakmu Masih belum kau t...

M A L A M ...

Gambar
Lembut, remang dan syahdu, Aku ingat saat Ibu terbangung Mengecup dahiku yang masih lunak saat itu, Di usapnya kepalaku yang mulai di tumbuhi rambut – rambut Sepuluh, dua puluh, tiga puluh menit bahkan lebih, Rasa kantuk Ibu tertahan, tenggelam dan hilang Saat kelung lesung pipit di pipimu terukir indah, kedua bibirmu senyum manis melengkung Lembut, Belaian tangan Ibu Ketika aku mengeluarkan suara, sebuah desisan Ibu cepat tanggap memeriksa sekujur tubuhku Di malam yang remang, tenang dan kelam Seekor nyamuk, menusuk kulit lembutku dengan paruh halusnya Paruhnya masuk pelan – pelan, aku mendesis sekali lagi Ibu temukan nyamuk itu dibawah cahaya remang lampu teplok “Cak!” nyamuk itu mati di tangan Ibu Ibu tak sudi anaknya disakiti, kapanpun dan dimanapun Malam yang remang kerap Ibu lewati dengan tidur ayam di sisi anaknya, siap – siaga setiap saat demi, Sang buah hati... “Iya sayang... Ibu disini selalu,” Jan...